Pengertian konstitusi di mata para sang ahli

2 comments
Konstitusi berasal dari kata kerja "constituer" dalam bahasa Prancis yang berarti " membentuk" (negara). Maka "konstitusi" mengandung permulaan dari segala peraturan mengenai suatu negara.

Konstitusi terdapat dua macam:
1. Konstitusi tertulis (written constitution)
Menurut buku karangan Amos J. Peaslee "constitution of nation" hampir semua negara di dunia mempunyai konstitusi tertulis. Hanya Inggris dan Kanada yang tidak mempunyai konstitusi tertulis.
Konstitusi tertulis hanya memuat beberapa lembaga kenegaraan dan beberapa hak asasi yang diperlindungi. Jumlahnya yang termuat dalam pelbagai konstitusi adalah berlainan, ada yang banyak ada yang sedikit. 

2. Konstitusi tak tertulis (unwritten constitution)
Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa ada beberapa negara yang tidak memiliki konstitusi tertulis tetapi pada dasarnya negara-negara tersebut tetap memiliki konstitusi yang sah hanya saja konstitusi tersebut bersifat tak tertulis atau unwritten constitution.
Gedung MK Amerika serikat

Kenapa di Inggris dikatakan ada konstitusi tak tertulis? Tentu hal ini ada tulisan dari seorang Inggris bernama M. Ivor Jennings dalam buku karangan nya yang berjudul the law and the constitution pada halaman 35, ia menulis:

Di negara-negara dengan konstitusi tertulis ada dokumen tertentu yang menentukan antara lain:
a. Adanya wewenang dan cara bekerja perbagai lembaga kenegaraan
b. Penentuan pelbagai hak asasi para warga dari negara itu yang diakui akan diperlindungi.

Di Inggris baik lembaga-lembaga negara termaksud huruf a maupun hal diperlindungi hak-hak asasi termaksud pada huruf b terang juga ada, tetapi tidak termuat dalam satu dokumen tertentu.

Kalau kita membaca konstitusi-konstitusi tertulis yang sekarang ada dunia dalam buku karangan Amos J. Peaslee tersebut, maka ada konstitusi yang sangat panjang dan ada juga yang sangat pendek.

Konstitusi terpanjang dipegang oleh negara India dengan 394 pasal, diikuti Uruguay dengan 332 pasal, Nikaragua dengan 328 pasal, Kuba dengan 286 pasal, Panama dengan 271 pasal, Peru dengan 236 pasal, Brazil dan Kolombia dengan 234 pasal.

Sedangkan untuk konstitusi terpendek di dunia dipegang oleh negara Spanyol dengan 36 pasal, Indonesia dengan 37 pasal, Laos dengan 44 pasal, guatemala dengan 45 pasal, Nepal dengan 46 pasal, dan Marino dengan 47 pasal, Ethiopia dengan 55 pasal, Ceylon dengan 91 pasal, dan Finlandia dengan 95 pasal.
Perbedaan menonjol antara konstitusi yang terpanjang dengan Konstitusi yang terpendek menandakan bahwa negara dengan konstitusi terpanjang memiliki konstitusi yang sangat terperinci mengenai wewenang dan cara bekerja pelbagai lembaga kenegaraan. Dan ini juga menandakan bahwa dalam negara-negara yang konstitusinya sangat pendek diluar konstitusinya masih ada lembaga-lembaga kenegaraan dan hak asasi manusia yang diperlindungi juga.

Referensi bacaan:
Buku azas-azas hukum tata negara (Dr. Wirjono Prodjodikoro S.H) terbitan P.T Dian Rakyat

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar

Suryana Arif Farhan mengatakan...

Woi ngopilah

Putra Septiana mengatakan...

Diem-diem baeee.. 😂

Posting Komentar

putraseptiana.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti di atur dalam UU ITE

Toko Buku Online