Apa itu HAM?


Menurut deklarasi universal hak asasi manusia (duham) 1948 HAM adalah setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan dengan tidak ada pengecualian apapun seperti perbedaan ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, bahasa, politik, atau pandangan lain.

sedangkan menurut  UU no. 39 tahun 1999 HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat keberadaan manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa dan merupakan anugrah yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi  kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

doktrin ini berevolusi seiring dengan perkembangan sejarah manusia konsep hak asasi manusia dianggap penting justru karena umat manusia terusik nuraninya oleh perbuatan-perbuatan barbar para tiran di dunia.

deklarasi universal hak asasi manusia yang dideklarasikan pada 10 desember 1948 sendiri merupakan respon komunitas internasional, khususnya perwakilan pemerintahan di dunia saat itu. 

atas salah satu pengalaman paling gelap dalam sejarah umat manusia yaitu perang dunia ke II  dan fasisme yang memproduksi puluhan juta korban jiwa. semata-mata karena kebijakan yang rasis dan mengekang kebebasan fundamental.

deklarasi universal hak asasi manusia ini dianggap merupakan salah satu cara dari komunitas internasional untuk mencegah terulangnya praktek serupa dikemudian hari.

konvenan internasional hak-hak sipil mengcangkup dua  kategori hak asasi utama yakni hak-hak sipil yang mengandaikan jaminan hak-hak atau kebebasan individu dari campur tangan negara.

BACA JUGA: bagaimana pembagian jatah harta gono-gini yang benar ini dia penjelasannya

dan hak-hak politik yang mengandaikan jaminan hak-hak atau kebebasan individu untuk memiliki akses pada negara. kategorisasi konsep ini kemudian menjadi kabur karena adanya pertarungan-pertarungan ideologi-ideologi politik besar.

yang memiliki watak-watak antagonistik satu sama lain, pada proses penyusunan konvenan ini, yaitu konteks perang dingin. klaim bahwa hak-hak sipil dan politik merupakan hak-hak yang  bersifat negatif karena pemenuhannya mengandaikan tidak adanya campur tangan atau intervensi negara.

sementara hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya merupakan hak-hak yang bersifat positif karena mengandaikan pemenuhan lewat campur tangan atau intervensi negara (sudah tidak berlaku lagi).

akhirnya hingga hari ini di tingkat nasinal pun internasional telah dikenal prinsip hak asasi manusia yang tak terbagi (indivisible), setara (equal), dan saling mempengaruhi (interdependent).

Siapa yang menjadi pemangku hak dan kewajiban?

seperti yang tersebar di berbagai ketentuan dalam konvenan sipil dan politik hak asasi manusia (human rights) memiliki tempat dan bersubjek pada setiap diri manusia. hak asasi yang dimiliki seseorang karena ia seorang manusia. jadi pihak yang menikmati dan bisa mengklaim suatu perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah seorang individu. 

secara ideal pemenuhan hak asasi manusia harus mencangkup setiap individu dan tidak terpisahkan dari individu. hal ini sesuai dengan idiom yang ada dalam diskurkus hak asasi manusia 
one is too many - satu sudah terlalu banyak
artinya pelanggaran hak asasi manusia tidak menyangkut suatu kualifikasi kuantitas orang, cukup satu korban maka pelanggaran HAM sudah terjadi. setiap hak asasi manusia yang melekat pada individu mengandaikan adanya pihak lain yang memiliki tugas dan kewajiban (duty bearer) untuk memenuhi dan melindunginya.

dalam hal ini adalah negara jadi di satu pihak individu adalah pemangku hak yang bisa menikmati segala kategori hak asasi yang tercantum dalam konvenan sipil dan politik ini. di lain pihak negara menjadi pemangku kewajiban karena memiliki tugas untuk menghormati, melindungi, dan memenuhinya bagi setiap individu dibawah juridiksinya.

tiga kewajiban negara ini dikenal sebagai trials of state obligation. setiap orang atau individu dibawah juridiksi ini, termasuk baik warga negaranya maupun orang atau warga asing yang berada diwilayah hukumnya. warga asing disini termasuk mereka yang tidak memiliki kewarganergaraan manapun, pencari suaka, pengungsi, dan buruh migran.

seperti yang tercantum diberbagai ketentuan konvenan sipil dan politik selalu dimulai dengan "setiap orang berhak atas........." atau "setiap negara pihak dalam konvenan ini berjanji untuk menghormati dan melindungi hak-hak..............." negara pihak disini adalah setiap negara yang telah meratifikasi konvenan sipil dan politik
http://www.putsept.site

kewajiban-kewajiban apa saja yang dijalankan oleh negara?

kewajiban negara untuk menghormati hak asasi manusia (obligation to respect) mengacu pada tugas negara untuk tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan hak-hak asasi manusia, seperti hak atas hidup, hak-hak integritas personal, atau hak-hak atas privasi. kewajiban negara untuk melindungi hak asasi manusia menekankan pada langkah-langkah menghadapi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak non negara.

sedangkan kewajiban negara untuk memenuhi menekankan pada upaya-upaya positif negara lewat mekanisme legislatif, yudikatif, atau administratif untuk menjamin implementasi hak asasi manusia di tingkat yang paling konkrit. ketiga kewajiban negara ini jelas menunjukan implementasi hak-hak sipil dan politik di bawah konvenan sipil dan politik. andaikan ada kombinasi kewajiban negara baik yang bersifat negatif maupun yang bersifat positif.

Apa saja tindak pelanggaran hak asasi manusia yang pernah terjadi di indonesia?

jika meruntut pada terbentuknya pemerintahan orde baru, sedikitnya ada 4 fase catatan peristiwa pelanggaran hak asasi manusia, yakni fase pembasmian orang-orang kiri dan nasionalis, pembasmian organisasi-organisasi islam penentang asas tunggal pancasila, pembunuhan dan penahanan tokoh masyarakat penentang kebijakan pembangunan orde baru.

dan perang kotor di aceh, papua, dan timor leste. dimulai dari tindak pembasmian pengurus, anggota, simpatisan partai komunis indonesia dan orang-orang nasionalis pada tahun 1965 sampai dengan 1970. dengan tuduhan memberontak terhadap pemerintah republik indonesia yang sah, suharto yang kala itu belum menjadi presiden mengarahkan kekuatan militer untuk menangkap orang-orang kiri dan nasionalis.

membunuh para jenderal TNI angkatan darat, termasuk disini memprovokasi organisasi kemasyarakatan berbasis agama dan politik tertentu untuk ikut melakukan kekerasan dan pembunuhan.

selain itu perempuan dan anak-anak dijadikan sebagai target antara dalam menangkap orang-orang utama yan mereka cari. tidak sedikit para perempuan dan anak-anak yang menjadi korban dari praktik-praktik pemerkosaan, perbudakan seksual, dan pelecehan seksual.

ironisnya peristiwa ini tidak pernah dianggap sebagai peristiwa kejahatan hak asasi manusia karena pemerintah paska orde baru belum pernah menggelar penyelidikan atas peristiwa ini. bahkan beberapa pejabat dari pemerintahan reformasi masih mencoba membenarkan praktik kekerasan dan kejahatan hak asasi manusia pada peristiwa 1965 itu sebagai peristiwa kekerasan komunal.

paska peristiwa 1965 ini menjadi titik awal atas praktik kontrol pemerintah orde baru terhadap penduduknya. dimana penduduk dilarang untuk terlibat aktif dalam kegiatan politik yang bertentangan dengan kebijakan negara. hal lain yang perlu juga dicatat bahwa peristiwa ini kemudian melahirkan kontrol yang luar biasa terhadap aktifitas politik, ekonomi, sosial dan budaya perempuan.

peristiwa ini menjadi pembenar bagi negara untuk menutup akses keterlibatan perempuan dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan budaya. setelah pembantaian dan pemenjaraan tanpa proses hukum atas orang-orang kiri dan nasionalis, peristiwa pelanggaran atau kejahatan hak asasi manusia berlanjut dengan operasi militer untuk menghabisi organisasi-organisasi islam yang menentang kebijakan penyatuan ideologi bangsa yakni pancasila pada 1971-1984.

pemerintah orde baru mengatakan bahwa organisasi-organisasi yang menentang asas tunggal pancasila sebagai kelompok pemberontak. pemerintah orde baru melalui kekuatan militernya, yakni komando pemulihan keamanan dan ketertiban (kopkamtib) menangkap pimpinan, anggota, dan simpatisan-simpatisan organisasi-organisasi islam. selanjutnya para tahanan tersebut dijebloskan ke penjara tanpa proses peradilan yang adil. 

beberapa diantaranya bahkan dijatuhi hukuman mati, di sejumlah daerah para istri dan anak dari orang-orang yang dicari militer atau polisi juga kerap menjadi sasaran dalam penyanderaan, para istri dan anak mendapatkan perlakuan kejam dan tak jarang menjadi objek pelecehan seksual. paska peristiwa ini, orde baru melarang organisasi-organisasi islam menggunakan tempat-tempat ibadah sebagai tempat mendiskusikan persoalan-persoalan ekonomi dan politik.

ancaman ini terbukti ketika orde baru kembali mengarahkan aparat militernya untuk menghancurkan organisasi-organisasi berbasis islam yang masih membicarakan persoalan ekonomi politik di tempat pengajian tanjung priok dan talangsari.

ratusan orang tewas dan hilang dalam kedua peristiwa tersebut. beberapa lainnya ditangkap dan dihukum penjara lebih dari 10 tahun. catatan tindak pelanggaran dan kejahatan hak asasi manusia lain dari orde baru adalah praktik-praktik pembunuhan dan penangkapan tokoh-tokoh masyarakat yang menentang praktek pembangunan di pelbagai daerah seperti penyerangan dan penahanan petani cimacan oleh tentara dan polisi di jawa barat.

pembunuhan soeleman nari di papua, pengusiran dan penangkapan tokoh-tokoh masyarakat kedung ombo, dan penagkapan tokoh-tokoh ada di sumatra, kalimantan, sulawesi, maluku. dengan dalih mendorong percepatan pembangunan tentara atau polisi menangkap, membunuh, atau memenjarakan penduduk yang mempertahankan rumah, hutan adat dan tanah adat mereka dari praktik perampasan oleh militer dan polisi atau pengaman swasta perusahaan.

praktik pelanggaran hak asasi manusia ini dilakukan untuk kepentingan pembangunan proyek mercusuar, hak pengusahaan hutan atau perkebunan, maupun situs-situs ekonomi lainnya. tidak diketahui percis berapa korban dalam peristiwa semacam ini karena belum ada laporan investigasi yang mengungkapnya. selain tiga catatan tersebut, tindak pelanggaran hak asasi manusia lain yang melibatkan orde baru adalah praktik-praktik pembasmian orang-orang sipil anggota atau simpatisan pro kemerdekaan di aceh, papua, dan timor lorosae.

tuduhan terhadap orang-orang sipil itu adalah melakukan makar, tentara dan polisi menangkapi, menculik, membunuh, dan memenjarakan orang-orang sipil anggota atau simpatisan kelompok pro kemerdekaan. dalam upaya mengungkap gerakan perlawanan bawah tanah, tim-tim rahasia militer dan polisi kerap menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai target sasaran tindak kejahatan seperti pemerkosaan, pelecehan seksual, dan penyanderaan-penyenderaan.

praktik-praktik kotor ini terus mereka gunakan selain untuk mengungkap jaringan bawah tanah, juga sebagai hukuman jika gerilyawan menyerang patroli tentara atau polisi. jumlah korban dari setiap peristiwa ini dapat di lihat dari laporan-laporan resmi yang telah dipublikasikan oleh komnas HAM dan khusus untuk timor leste dapat dilihat dalam laporan akhir the commission for reception truth and reconciliation in east timor dan komisi kebenaran persahabatan.

Apa saja motif dari praktik pelanggaran / kejahatan hak asasi manusia pada masa orde baru ?

dapat ditarik kesimpulan bahwa motif dari praktik-praktik itu adalah memusuhi ideologi berhaluan kiri (komunis) atau kanan (agama) menentang siapa saja yang berseberangan dengan kebijakan pembangunan atau mengganggu pembangunan situs-situs ekonomi orde baru dan penegakan negara kesatuan republik indonesia. pemerintahan orde baru tidak menginginkan terjadinya gangguan terhadap stabilitas politik dan ekonomi indonesia, meskipun tindakan ini sendiri bertentangan dengan hukum nasional.

Siapa para korban dominan dari peristiwa pelanggaran HAM ?

korban dominan adalah orang-orang yang menentang dengan kebijakan politik dan ekonomi negara, termasuk perempuan dan anak-anak. untuk lebih detailnya, korban dominannya adalah petani, buruh, masyarakat adat, kelompok pro demokrasi, anggota organisasi keagamaan atau partai terlarang.

Siapa pelaku dominan dari peristiwa pelanggaran HAM ?

pada dasarnya sangatlah banyak dan tersebar dari pelbagai lembaga negara dan swasta, pelakunya diantaranya tentara, polisi, intelijen negara, swakarsa perusahaan.

Metode penyelesaian pelanggaran HAM berat ?

terdapat 2 mekanisme penyelesaian yang jamak digunakan sebagai metode untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat. mekanisme tersebut adalah mekanisme hukum dan mekanisme non-hukum. kedua mekanisme tersebut jamak dikenal sebagai mekanisme penyelesaian melalui pendekatan transisi (trasitional justice) pendekatan keadilan transisi dipakai dalam konteks negara yang beranjak dari pemerintahan dengan corak otoritarianisme, despotik atau model-model pemerintah non-demokratis lainnya, menjadi beralih ke arah pemerintahan yang bercorak demokratis. kedua mekanisme tersebut perlu digarisbawahi bersifat komplementer atau saling melengkapi satu sama lain dan tidak bisa berjalan salah satu.

Bagaimana dengan keberlanjutan penuntasan kasus pelanggaran HAM saat ini ?

arah penuntasan kasus pelanggaran HAM khususnya HAM berat masa lalu sekarang bergerak lebih kepada kemauan politis ketimbang kerja-kerja sektor hukum. hal ini bisa dilihat dari stagnannya proses penuntasan kasus melalui mekanisme hukum. stagnansi ini berjalan hampir selama 18 tahun terhitung semenjak diundangkannya UU no. 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM. banyak faktor yang menjadi penyebab terhentinya penanganan kasus, salah satunya adalah faktor masih langgengnya impunitas dan juga masih belum tegaknya kedaulatan hukum di indonesia, agenda-agenda itu menjadi tuntutan ketika reformasi berlangsung dan hampir selama itu agenda tersebut tidak berjalan secara maksimal.

Oleh komunitas orang hilang dan korban tindak kekerasan (KONTRAS)
Disampaikan dalam diskusi publik hak asasi manusia, di aula universitas singaperbangsa karawang
Read More
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman seru yang saya dapatkan dari kegiatan berorganisasi saya. Nama kegiatannya adalah PKKMB Atau dulu lebih di kenal dengan sebutan ospek / Penataran mahasiswa/i baru (maba-miba).

Kegiatan ini rutin di selenggarakan pada tahun ajaran baru, biasanya dilaksanakan antara bulan Juli-Agustus setiap tahunnya.
Dahulu banyak mahasiswa baru yang seakan enggan mengikuti kegiatan ini dikarenakan adanya stigma negatif kepada kegiatan pkkmb ini.

Panitia pkkmb fh Unsika 2018 foto: dokumen pribadi
Mulai dari adanya tindak bullying senior ke juniornya, perpeloncoan, dan yang paling parahnya adalah terkadang di temukan perlakuan kekerasan (tindak kekerasan) yang dilakukan senior kepada junior-juniornya di universitas.

Namun stigma negatif tersebut saat ini perlahan sudah mulai dihilangkan dan sudah tidak di terapkan lagi oleh beberapa universitas di Indonesia. Termasuk di antaranya adalah Unsika Karawang.

Official account instagram pkkmb fh Unsika 2018
www.instagram.com/pkkmb_fhunsika

Kegiatan pkkmb sekarang ini dikemas lebih kekinian dan menyenangkan untuk dijalankan oleh para mahasiswa/i baru untuk menimbulkan kesan yang positif terhadap adanya kegiatan tersebut.

Di Unsika Karawang sendiri, untuk kegiatan pkkmb terbagi menjadi 2 yakni pkkmb tingkat universitas dan pkkmb tingkat fakultas yang masing-masing berlangsung selama 2 hari.

Foto: dokumen pribadi
Sebelum para maba-miba mengikuti kegiatan pkkmb tingkat fakultas terlebih dahulu harus mengikuti kegiatan pkkmb tingkat universitas yang berlokasi di aula universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika Karawang).

Setelahnya maba-miba baru berhak mengikuti kegiatan pkkmb tingkat fakultas, pkkmb di tingkat fakultas ini sedikit berbeda konsep dengan pkkmb tingkat universitas.

Perbedaannya diantaranya jika pkkmb tingkat universitas menerapkan sistem one day lesson (pembelajaran 1 hari full). Untuk pkkmb tingkat fakultas sedikit lebih variatif kegiatannya seperti lesson, diskusi bersama pendamping, management konflik, dan lain sebagainya.

Untuk kegiatan yang bersifat lesson diisi dengan materi-materi seputar dunia perkuliahan dengan pemateri dari pihak dosen, staff ketatausahaan, dan dari ketua BLM & BEM fh Unsika masa jabatan 2017-2018

Saya & ketua BLM FH foto: dokumen pribadi
Di harapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menimbulkan sikap kritis mahasiswa baru terhadap lingkungannya khususnya lingkungan kampus nya itu sendiri.

Sebetulnya banyak sekali kendala dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut pada tahun ini.

Mulai dari tarik ulur konsep yang tidak ada kejelasan sampai dengan menjelang hari pelaksanaan dan kendala-kendala teknis dan non-teknis lainnya.

Teasure kegiatan pkkmb fh Unsika 2018

Dan alhamdullilah berkat izin ALLAH SWT kegiatan ini tetap bisa berjalan dengan baik dan bisa di katakan jauh dari predikat buruk.

Akhir kata selamat datang kepada mahasiswa/i baru keluarga besar fakultas hukum Unsika 2018.
SALAM JUSTICE !!
justice for all ✊
Read More
Kali ini saya ingin berbagi cerita pengalaman saya pergi ke museum Nasional Jakarta atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan museum gajah *karena ada patung gajahnya didepan gedung utama.


BACA JUGA: Pasang iklan murah

For your information.. Museum ini dinobatkan sebagai museum pertama dan museum terbesar di Asia tenggara loh mantep kan. Di dalam museum ini kita dapat melihat berbagai macam barang antik zaman prasejarah *cocok bgt buat orang yg mukanya penuh sejarah wkwkwk.

Http://www.putsept.site
Foto: dokumen pribadi
Di dalam gedungnya sudah bisa ditebak dong ada apa aja? Banyak jenis-jenis benda bersejarah yang tersimpan rapih dan aman di sana, mulai dari benda prasejarah (zaman manusia purba / megalitikum) sampai dengan benda unik peninggalan zaman kolonial Belanda semua ada disini.

Http://www.putsept.site
Foto: dokumen pribadi
Pengunjung juga bukan hanya warga lokal saja loh. Banyak juga pengunjung yang datang dari mancanegara yang kagum akan keindahan barang-barang prasejarah yang dimiliki Indonesia, secara keseluruhan setelah saya mengelilingi lantai demi lantai gedung ini ternyata cukup layak untuk dijadikan tempat rekreasi edukasi. Karena disini tempatnya nyaman, bersih, dan luas serta di lengkapi juga dengan air mancur di sisi kiri gedung utama.

Http://www.putsept.site
Foto: dokumen pribadi
Ohiyaaa.. saya datang kesini dalam rangka acara outing class mata kuliah hukum tata negara (HTN) Fakultas hukum Unsika. Lohhh ko? Outing class fakultas hukum tapi destinasinya ke museum Nasional yang notabenenya adalah pelajaran sejarah???

Mungkin di benak hati kalian ada yang bertanya-tanya demikian. Yaa memang,, sebenarnya tujuan utama outing class kami bukanlah mengunjungi museum Nasional (museum gajah) ini tetapi adalah mengunjungi gedung komisi yudisial Jakarta. 

Http://www.putsept.site
Foto: dokumen pribadi
Mengunjungi museum Nasional adalah destinasi kedua kami demi melepas penat setelah mengunjungi gedung komisi yudisial.

Demikian cerita singkat saya mengenai pengalaman mengunjungi museum Nasional Jakarta yang sangat mengedukasi ini.

Read More
Http://www.putsept.site
Mudah-mudahan cukup sekali ini bicara politik, karena makin lama makin jengah buka time line di social media ini.
Saya sih yakin, siapapun Presiden di Indonesia akan tetap dihujat oleh rakyatnya sendiri.

Mau bukti?

Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno
Soekarno awalnya disanjung sebagai Proklamator dan Founding Father. Tapi lihatlah kemudian beliau habis-habisan dihujat sampai akhirnya wafat dalam keprihatinan.

Jendral besar TNI (purn) H. M. Soeharto
Soeharto juga demikian. Dikenal sebagai Bapak Pembangunan dengan REPELITA dan GBHN yang tersusun rapi untuk Indonesia siap tinggal landas menjadi negara maju. Namun akhirnya dihujat karena KKN yg merajalela. Semua tiba-tiba amnesia dengan segala pencapaian yg beliau buat selama 35 tahun memimpin negeri. 

Prof. Dr. Ing. H. BJ Habibie
Lalu bagaimana dengan BJ Habibie? Pencapaian terbesarnya adalah mengembalikan kurs yg saat itu mencapai Rp15.000 - Rp16.000 ke Rp7.000 akibat krisis moneter. Namun beliau punya kesalahan fatal yang menyebabkan Timor Leste lepas dari Indonesia.

BACA JUGA: ada apa dengan betawi

Beliau juga habis dihujat pada saat itu. Alhamdulillah, sekarang banyak millenial yg kembali memujanya karena terbuai drama percintaannya yang tayang di layar bioskop Indonesia.

Dr. (H.C.) KH Abdurrahman wahid
Sekarang lihatlah Gus Dur. Seorang Ulama Besar, seorang Guru Bangsa, seorang visioner yang mengedepankan keberagaman dalam berbangsa. Namun akhirnya dilengserkan oleh intrik politik sejak pernyataan-pernyataannya yg kontroversial soal DPR yang seperti Taman Kanak-Kanak. Semoga sekarang bangsa ini melihat faktanya.


Dr. (H.C.) Hj Megawati soekarnoputri
Pemerintahan kemudian dilanjutkan oleh Megawati. memang tidak banyak pencapaian saat itu karena negara ini kembali diguncang oleh pertikaian politik. Akhirnya beliau gagal kembali terpilih akibat banyaknya isu seputar penjualan aset negara.Beliau banyak dihujat soal itu sampai sekarang.
Jendral (HOR.) TNI (Purn) prof. Dr. H.
Susilo Bambang yudhoyono

Bagaimana dengan pemerintahan di masa SBY? Harus jujur diakui, dibawah kepemimpinan SBY negara ini sedikit kembali ke kestabilan politik. Ekonomi bertumbuh. IHSG terus mencatat rekor pencapaian tertinggi. Namun di periode ke dua pemerintahannya mulai terbongkar praktek-praktek korupsi para kader Partainya. Beliau juga dihujat habis-habisan setelah itu. Kasus Korupsi Hambalang telah menyeret banyak petinggi Partai dan Pejabat negeri ini ke balik jeruji penjara.

Ir. Dr H. Joko Widodo
Bagaimana dengan Presiden Jokowi sekarang? Kita bisa menyaksikan sendiri, hujatan tiada henti bahkan sejak awal pencalonannya sebagai Presiden RI di thn 2014.

Hoax, hasutan, fitnah seakan tidak ada habisnya diarahkan ke beliau. Memang di masa pemerintahannya ada beberapa kebijakan tidak populer yang mengguncang kehidupan masyarakat. Namun haruskah kita menafikan pembangunan yang kembali giat dilaksanakan setelah pemerintahan SBY berjuang menjaga kestabilan politik dan ekonomi?

Haruskah kita menghujat kebijakannya yang memberikan perhatian dan porsi pembangunan yang lebih besar kepada masyarakat di luar pulau Jawa?

Mengapa kita tidak belajar untuk menghargai hasil kerja para pemimpin kita? Yakinlah, tidak ada pemimpin negeri ini yang ingin namanya buruk selama masa pemerintahannya. Semuanya pasti berusaha menorehkan tinta emas di dalam catatan sejarah bangsa ini.

Maka, salahkanlah para politisi yang terus menggoreng issue untuk menarik simpati atau menyudutkan lawan politiknya. Salahkanlah mereka yang hanya berkoar-koar tanpa berbuat sesuatu yang berarti utk bangsa ini.

Lalu, buat apa kita ikut tenggelam dalam debat-debat tak penting karena berbeda pandangan politik. Yang untung itu hanya politisi yang kamu idolakan. Sedangkan kamu, bisa jadi kehilangan simpati orang-orang yang pernah dekat denganmu.

BACA JUGA: Hadist sumber kedua ajaran Islam 

Biarkanlah pemerintah sekarang bekerja dengan tenang. Hargai apa yg mereka usahakan. Jika hasilnya tidak sesuai harapanmu, maka manfaatkan senjata terakhirmu, yaitu suaramu di Pemilu yang akan datang.

Gak perlu mengumbar kemarahanmu ke orang-orang, apalagi di social media.

Marilah... Berhentilah berdebat.

Sampai kapan kita mau jadi bangsa penghujat?

Semua pemerintah pasti ada kurang ada lebih. Jangan lah memasukan sara agama kedalam politik.

*disclaimer: Tulisan ini sengaja penulis buat atas dasar keresahan hati penulis, dan bertujuan menjadi bahan renungan bagi siapapun yang membacanya tidak ada maksud sama sekali untuk menjatuhkan atau mencemarkan nama baik tokoh-tokoh yang disebutkan diatas.

Read More
Mendengar sebuah kata "Betawi" pasti tidak lepas dari ibu kota republik Indonesia yaitu kota Jakarta. Ya, memang betawi adalah sebuah suku yang mendiami wilayah Jayakarta (red: sekarang jakarta).

BACA JUGA: serunya Posma unsika

suku Betawi diyakini adalah suku yang sudah lama mendiami wilayah tersebut jauh sebelum diproklamirkannya negara kesatuan republik indonesia oleh 2 orang bapak proklamator bangsa yakni Soekarno-Hatta. usut punya usut suku Betawi adalah sebuah suku hasil percampuran dari berbagai bangsa (portugis-arab-sunda-tiongkok).

Saya sebetulnya tidak tertarik untuk membicarakan darimana dan bagaimana Asal mula suku Betawi itu berasal, tetapi sesungguhnya saya lebih tertarik membicarakan bagaimana perkembangan suku Betawi ini dimasa globalisasi seperti saat ini.

www.putsept.site
Artikel ini saya buat atas dasar keresahan diri saya sendiri. Yaaa saya adalah orang Betawi asli, tetapi memang perlu diketahui kesukuan saya kurang begitu "pekat terlihat" itu karena di daerah tempat tinggal saya kurang begitu kental dengan adat istiadat nya.

Tetapi dengan keadaan seperti itu bukan berarti saya melupakan atau bahkan meninggalkan kesukuan saya, banyak diluar sana beberapa orang sukses yang berasal dari Betawi "membiaskan" kesukuan mereka. Tidak bangga dengan suku mereka sendiri atau bahkan meninggalkannya.

Entah apa yang menyebabkan fenomena itu terjadi, saya pun kurang begitu memahaminya. menurut hemat saya ini berkaitan erat dengan stigma dari berbagai kalangan yang melabeling suku Betawi adalah suku yang pemalas, hanya bisa hidup dengan menjual tanah mereka dan lain sebagainya.

www.putsept.site
Yang menyebabkan banyak orang Betawi yang akhirnya membiaskan kesukuan mereka karena mungkin mereka malu dengan label yang sudah cukup lekat tersebut terhadap orang Betawi saat ini.

Orang Betawi yang bangga terhadap kesukuan mereka sendiri pun bisa dihitung menggunakan jari - tidak banyak - dan mungkin ada beberapa yang berani mengangkat kesukuan mereka hanya demi kepentingan politik semata, Ini hemat saya.

Lanjut ah... Setelah berkeluh kesah tentang perkembangan budaya Betawi di zaman serba modern ini, sekarang saya ingin berbagi cerita yang seneng-seneng nih pemirsee.

Kalo menurut saya sih yaa Betawi itu sangat unik banget nih saya kasih contoh salah satu budaya yang berkembang di kalangan orang Betawi adalah jika ada pasangan suami istri sedang melakukan sebuah pernikahan maka disana akan ada pertunjukan yang dinamakan palang pintu, nah Lo apaan tuh palang pintu?

Palang pintu itu adalah seni pertunjukan bela diri yang terdiri dari 2 orang petarung. Satu orang petarung di pihak mempelai laki-laki dan satu petarung lagi di pihak mempelai wanita, yang cukup unik dari seni pertunjukan ini adalah manakala dua orang petarung itu menunjukan kehebatan pencak silatnya.

Maka sudah dapat dipastikan pihak yang kalah dalam pertarungan adalah pihak dari si mempelai wanita yang pada akhirnya mempersilahkan si mempelai laki-laki memasuki wilayah resepsi mempelai wanita (kalo udah ketahuan yang bakalan kalah adalah si jawara mempelai wanita ngapain di adain pertarungan woooii hahahaha)

Inilah alasan kenapa saya bilang kebudayaan orang Betawi itu unik, dan satu lagi budaya yang cukup unik yang berkembang di kalangan orang Betawi adalah setelah si mempelai laki-laki memenangkan adu pertarungan palang pintu tadi, maka si mempelai pria di persilahkan masuk dan menyerahkan berbagai seserahan kepada pihak mempelai wanita..

Dan yang waaah nya adalah seserahan nya itu lohhh yang ga nahan,, bajibun coyyyy. Segala macam makanan, hasil bumi dan lain-lain tumpah ruah menjadi seserahan untuk mengangkut semua seserahan itu semua satu mobil pick up pun saya rasa tidak akan cukup saking banyak nya bro.... Hufft

Rejeki mempelai Soleh dah ini mah namanya, nah selain itu juga resepsi pernikahan orang Betawi itu bisa dibilang resepsi pernikahan yang paling lama dan yang paling repot serta paling ramai gaan..

 Gimana engga... Resepsinya aja terkadang bisa menghabiskan kan waktu satu Minggu (lama di dangdutannya) dan kalo orang Betawi nikah itu semua orang diundang mau yang deket, mau yang jauh, mau yang kenal, mau yang ga kenal tapi dipaksain kenal semua diundang makanya ga heran kalo orang Betawi nikah tamu undangan nya banyak banget kan.

-BERSAMBUNG-



Read More
https://goo.gl/images/ZB6uSz

Sistem Hukum Pidana Indonesia memasuki babak baru dalam perkembangannya. Salah satu bentuk pembaharuan yang ada dalam Hukum Pidana Indonesia adalah pengaturan tentang hukum pidana dalam perspektif dan pencapaian keadilan kepada perbaikan maupun pemulihan keadaan setelah peristiwa dan proses peradilan pidana.

yang dikenal dengan keadilan restoratif (restoratif justice) yang berbeda dengan keadilan retributif (menekankan keadilan pada pembalasan) dan keadilan restitutif (menekankan keadilan pada ganti rugi).

Apabila ditinjau dari perkembangan ilmu hukum pidana dan sifat pemidaan modern, telah memperkenalkan dan mengembangkan apa yang disebut pendekatan hubungan Pelaku-Korban atau “Doer-Victims” Relationship. 

Suatu pendekatan baru yang telah menggantikan pendekatan perbuatan atau pelaku atau “daad-dader straftecht”. Ahli hukum telah memperkenalkan formula keadilan khususnya dalam penegakkan HAM, bahwa ada 3 aspek pendekatan untuk membangun suatu sistem hukum dalam rangka modernisasi dan pembaharuan hukum, yaitu segi struktur (structure), substansi (substance) dan budaya (legal culture) yang kesemuanya layak berjalan secara integral, simultan dan paralel.

Anak adalah bagian warga Negara yang harus di lindungi karena mereka merupakan generasi bangsa yang dimasa yang akan datang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa Indonesia.

Setiap anak disamping wajib mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah, juga wajib mendapatkan pendidikan moral sehingga meraka dapat tumbuh menjadi sosok yang berguna bagi bangsa dan negara.

Sesuai dengan ketentuan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang diratifikasi oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990, kemudian juga dituangkan dalam Undang - Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak dan Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

yang kesemuanya mengemukakan prinsip-prinsip umum perlindungan anak, yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang dan menghargai partisipasi anak.


Perlindungan hukum bagi anak dapat dilakukan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kebebasan dan hak asasi anak. Perlindungan terhadap anak ini juga mencakup kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan anak. 

Perlindungan anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), merupakan tanggung jawab bersama aparat penegak hukum. Tidak hanya anak sebagai pelaku, namun mencakup juga anak yang sebagai korban dan saksi. 

Aparat penegak hukum yang terlibat dalam penanganan ABH agar tidak hanya mengacu pada Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Sistem Peradilan Pidana Anak atau peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan penanganan ABH, namun lebih mengutamakan perdamaian daripada proses hukum formal yang mulai diberlakukan 2 tahun setelah UU SPPA diundangkan atau 1 Agustus 2014 (Pasal 108 UU No. 11 Tahun 2012).

Mahkamah Agung merespon Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan sangat progresif. Ketua Mahkamah Agung RI Muhammad Hatta Ali menandatangani Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak bahkan sebelum Peraturan Pemerintah yang merupakan turunan dari UU SPPA dikeluarkan. 

Poin penting PERMA tersebut bahwa Hakim wajib menyelesaikan persoalan ABH dengan acara Diversi yang merupakan prosedur hukum yang masih sangat anyar dalam sistem dan pembaharuan hukum pidana di Indonesia. 

Disamping itu juga, PERMA ini memuat tata cara pelaksanaan diversi yang menjadi pegangan Hakim dalam penyelesaian pidana anak mengingat belum ada regulasi yang memuat hukum acara khusus diversi Sistem Peradilan Pidana Anak.


Diversi dan Restoratif  justice


Sistem Peradilan Pidana Anak merupakan segala unsur sistem peradilan pidana yang terkait di dalam penanganan kasus-kasus ABH. Polisi, Kejaksaan dan Pengadilan serta Pembimbing Kemasyarakatan atau Balai Pemasyarakatan, Advokat atau pemberi bantuan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS) dan Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS).

sebagai institusi atau lembaga yang menagani ABH mulai dari anak bersentuhan dengan sistem peradilan, menentukan apakah anak akan dibebaskan atau diproses ke pengadilan anak hingga tahapan ketika anak akan ditempatkan dalam pilihan-pilihan, mulai dari dibebaskan sampai dimasukkan dalam institusi penghukuman dalam koridor keadilan restoratif. Hal itu selaras dengan :

  1. Deklarasi PBB tahun 2000 tentang Prinsip-prinsip pokok tentang Penggunaan Program-Program Keadilan Restoratif dalam permasalahan-permasalahan Pidana (United Nations Declaration on The Basic Principles on the Use of Restoratif Justice Programmes in Criminal Matters)
  2. Deklarasi Wina tentang Tindak Pidana dan Keadilan (Vienna Declaration on Crime and Justice : "Meeting the challanges of the Twenty-First Century") butir 27-28 tentang Keadilan Restoratif
  3. Kongres PBB ke-XI di Bangkok tahun 2005 tentang Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana (Eleventh United Nations Congress on Crime Prevention and Criminal Justice)pada butir 32 :"Persekutuan Strategis dalam Pencegahan tindak pidana dan peradilan pidana (Synergies and Responses : Strategic Alliances in Crime Prevention and Criminal Justice)"

Selanjutnya diatur dalam UU 11 tahun 2012 dan PERMA 4 tahun 2014 Menurut UU SPPA Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, yang bertujuan untuk:

  1. Mencapai perdamaian antara korban dan Anak;
  2. Menyelesaikan perkara Anak di luar proses peradilan;
  3. Menghindarkan Anak dari perampasan kemerdekaan;
  4. Mendorong masyarakat untuk berpartisipasi; dan
  5. Menanamkan rasa tanggung jawab kepada Anak.

Menurut PERMA 4 tahun 2014 Musyawarah Diversi adalah musyawarah antara pihak yang melibatkan Anak dan orang tua/wali, korban dan/atau orang tua/walinya, Pembimbing Kemasyarakatan, Pekerja Sosial Profesional, perawakilan dan pihak-pihak yang terlibat lainnya untuk mencapai kesepakatan diversi melalui pendekatan keadilan restoratif.

BACA JUGA: Secercah puisi

Sedangkan Fasilitator adalah hakim yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan untuk menangani perkara anak yang bersangkutan.

Diversi adalah pengalihan proses pada sistem penyelesaian perkara anak yang panjang dan sangat kaku. 

Mediasi atau dialog atau musyawarah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam diversi untuk mencapai keadilan restoratif.

Penghukuman bagi pelaku Tindak Pidana Anak tidak kemudian mencapai keadilan bagi korban, mengingat dari sisi lain masih meninggalkan permasalahan tersendiri yang tidak terselesaikan meskipun pelaku telah dihukum.

Melihat prinsip prinsip tentang perlindungan anak terutama prinsip mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak maka diperlukan proses penyelesaian perkara anak diluar mekanisme pidana atau biasa disebut diversi. Institusi penghukuman bukanlah jalan untuk menyelesaikan permasalahan anak karena justru di dalamnya rawan terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap hak anak.

Oleh karena itu dibutuhkan suatu acara dan prosedur di dalam sistem yang dapat mengakomodasi penyelesaian perkara yang salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan keadilan restoratif, melalui suatu pembaharuan hukum yang tidak sekedar mengubah undang-undang semata tetapi juga memodfikasi sistem peradilan pidana yang ada, sehingga semua tujuan yang di kehendaki oleh hukumpun tercapai.

Salah satu bentuk mekanisme restoratif justice tersebut adalah dialog yang dikalangan masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan sebutan "musyawarah untuk mufakat”.

Sehingga diversi khususnya melalui konsep restoratif justice menjadi suatu pertimbangan yang sangat penting dalam menyelesaikan perkara pidana yang dilakukan oleh anak.

Jika kesepakan diversi tidak dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak berdasarkan laporan dari Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan, maka Hakim melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai dengan sesuai dengan Hukum Acara Peradilan Pidana Anak.

Hakim dalam menjatuhkan putusannya wajib mempertimbangkan pelaksanaan sebagian kesepakatan diversi.

Dalam PERMA 4 tahun 2014 dijelaskan bahwa Diversi diberlakukan terhadap anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun atau telah berumur 12 (dua belas) tahun meskipun pernah kawin tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun, yang diduga melakukan tindak pidana (pasal 2).

PERMA ini juga mengatur tahapan musyawarah diversi, dimana fasilitor yang ditunjuk Ketua Pengadilan wajib memberikan kesempatan kepada :

  1. Anak untuk didengar keterangan perihal dakwaan
  2. Orang tua/Wali untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan anak dan bentuk penyelesaian yang diharapkan
  3. Korban/Anak Korban/Orang tua/Wali untuk memberikan tanggapan dan bentuk penyelesaian yang diharapkan.

Bila dipandang perlu, fasilitator diversi dapat memanggil perwakilan masyarakat maupun pihak lain untuk memberikan informasi untuk mendukung penyelesaian dan/atau dapat melakukan pertemuan terpisah (Kaukus). 

Kaukus adalah pertemuan terpisah antara Fasilitator Diversi dengan salah satu pihak yang diketahui oleh pihak lainnya.

Oleh Dr. Ridwan Mansyur, SH., MH

Referensi Bacaan:
Laman Mahkamah Agung RI
Read More

Privacy Policy for putra septiana

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at https://www.putsept.site/2018/03/contact-admin.html.
At www.putsept.site we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by www.putsept.site and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, www.putsept.site makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web Beacons
www.putsept.site uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.
DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on www.putsept.site.
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to www.putsept.site and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html
Our Advertising Partners
Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include .......

  • Google
  • Commission Junction
  • Amazon
  • Widget Bucks
  • Adbrite
  • Clickbank
  • Linkshare
  • Yahoo! Publisher Network
  • Azoogle
  • Chitika
  • Kontera
  • TradeDoubler
  • backlinks.com
  • Other
While each of these advertising partners has their own Privacy Policy for their site, an updated and hyperlinked resource is maintained here: Privacy Policies.
You may consult this listing to find the privacy policy for each of the advertising partners of www.putsept.site.

These third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on www.putsept.site and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site's third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.
www.putsept.site has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. www.putsept.site's privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites. What Are Cookies?
Children's Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. www.putsept.site does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that www.putsept.site has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
Online Privacy Policy Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.
Consent
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.


Update
This Privacy Policy was last updated on: Friday, January 25th, 2019. Privacy Policy Online Approved Site
Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Read More
Assalamualaikum..
Dikesempatan kali ini saya ingin mereview suatu kegiatan tahunan yang secara rutin diselenggarakan oleh kampus saya sendiri yaitu kampus Unsika Karawang. Kegiatan ini bernama POSMA (pekan olahraga seni mahasiswa) FH UNSIKA. 

Apa sih POSMA itu ?

Acara tersebut baru saja terselenggara dengan sukses pada tanggal 15 April 2018.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan pada kegiatan tersebut antara lain futsal putra-putri, basket putra-putri, voli putra-putra, tenis meja, catur, karikatur, akustik, bakiak, dan ada satu cabang olahraga yang baru pertama kali dipertandingkan pada kegiatan Posma tahun ini. Yaitu perlombaan game mobile Legends (ML) yang dimasukan kedalam kategori elektronik sport (E-sport).

Kegiatan Posma di selenggarakan mulai dari tanggal 13 s/d 15 April 2018 yang bertempat di lapangan serbaguna Unsika Karawang. Dan melibatkan peserta dari 4 angkatan se-fakultas hukum Unsika.
Meskipun kegiatan ini tergolong sederhana, tapi bukan berarti kegiatan ini sepi antusias ini bisa dibuktikan dari banyaknya sponsor yang ingin bermitra dengan kegiatan ini.

Sebut saja produk-produk seperti pocari sweat, big cola, puding black forest, kang jahit, nicter, clean friends shoes, Galuh mas Karawang dan Gramedia. Antri untuk menjadi sponsor dalam kegiatan Posma kali ini. Belum lagi di tambah dengan media partner seperti jurnalistik Fh Unsika, Unsika TM, Flamboyan 99.6 FM Karawang dan tvberita.com menambah semarak perhelatan Posma Fh Unsika kali ini.


www.unsika.ac.id
Foto: dokumen pribadi
Perlu diketahui jumlah sponsor dan media partner yang bermitra dengan kegiatan Posma dari tahun ke tahun terus mengalami penambahan dan juga peningkatan kualitas kegiatan Posma.


Foto: dokumen pribadi
Adapun tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Posma ini adalah sebagai wadah terwujudnya silaturahmi antar mahasiswa fakultas hukum di Unsika Karawang.


Foto: dokumen pribadi
Kegiatan ini pun berjalan dengan lancar dan sukses dengan menghadirkan para juara-juara baru di setiap cabang olahraga yang di pertandingkan.

Sebagai ajang silahturahmi bukan adu gengsi.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas tadi, kegiatan Posma ini di selenggarakan dengan tujuan untuk membangun kembali tali silaturahmi sesama mahasiswa fakultas hukum.

BACA JUGA: Hargailah presiden mu

Yaaa... Meskipun tidak bisa dipungkiri masih ada saja beberapa oknum dari mahasiswa yang malah justru merusak essensi dari kegiatan ini seperti terjadinya keributan kecil pada final futsal putra yang diselenggarakan pada tanggal 15 April 2018.

Yang seru bukan hanya para peserta nya saja lho.. tapi juga para panitia

Kebetulan sekali pada kegiatan Posma tahun ini saya dipercaya untuk terjun langsung menjadi bagian dari tim kepanitian Posma Fh Unsika hehehe.. sedikit berbagi pengalaman saja.

yaa.. ikut dalam sebuah kepanitiaan sebuah kegiatan besar itu tidak lah bisa dikatakan mudah kita harus rela mengorbankan waktu, pikiran serta tenaga untuk dapat mensukseskan kegiatan yang kita selenggarakan tersebut.

Itulah yang saya alami dan rasakan sendiri waktu dan pikiran saya tersita untuk kegiatan tersebut.
Foto: dokumen pribadi
Tapi jika kita menjalankan dan melaksanakan kegiatan tersebut dengan hati yang ikhlas dan dengan perasaan yang senang. Perasaan capek, lelah,letih dan lain sebagainya tidak akan pernah muncul lho..

Banyak kendala yang saya hadapi dalam menyelenggarakan kegiatan Posma tahun ini mulai dari kekompakan antar panitia yang belum terjalin dengan harmonis.

Ditambah dengan berantakannya susunan acara (rundown) yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelum karena faktor satu dan lain hal yang mengakibatkan deras nya protes dan komplain yang diarahkan oleh para peserta lomba kepada para panitia.

Tetapi itu semua seakan terasa terobati jika kita bisa menyelesaikan kegiatan yang kita selenggarakan.
Foto: dokumen pribadi
Senang rasanya bisa ikut dalam kepanitiaan Posma untuk tahun ini.
Merasakan keseruan setiap pertandingan-pertandingan olahraga yang dipertandingkan.


Foto: dokumen pribadi
Oh iyaa.. hampir saja lupa. Selain ikut menjadi bagian kepanitiaan saya ikut sebagai peserta juga hehehe.
Dan alhamdullilah dengan kerjasama tim yang kompak dan ridho Allah SWT saya dan kawan-kawan mendapatkan juara 1 di kategori cabor voli putra dan juara ke 3 di kategori akustik. Kemenangan ini saya persembahkan khusus untuk kedua orangtua saya dan kakak saya yang selama ini mendukung penuh pilihan saya untuk kuliah di fakultas hukum.
Third place accoustic competition posma foto: dokumen pribadi
Akhir kata saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan saya yang telah menyukseskan acara posma tahun ini dan juga saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca blog saya yang sudah rela meluangkan waktunya untuk membaca postingan saya yang unfaedah ini wkwkwkwkwk.

Wassalam.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home

Toko Buku Online