Mendidik anak dengan tegas salahkah?

10 comments

artikel ini pernah saya sertakan ke lomba menulis anak di www.faktaanak.com


Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa anak adalah investasi bangsa, kemajuan sebuah negara di masa yang akan datang ditentukan oleh kualitas anak pada masa ini. Begitu pentingnya peran seorang anak dalam menentukan nasib sebuah negara di masa yang akan datang. 

Oleh karena nya memberikan pendidikan kepada seorang anak dirasa menjadi factor vital pada saat ini, bayangkan jika anak tidak di didik secara benar dan tepat, apa yang akan terjadi pada negara di masa yang akan datang?

Di era tahun 2000-an lalu disaat saya masih menempuh pendidikan sekolah dasar orang tua saya mendidik saya dengan tegas. Saya sangat paham mengapa ayah saya mendidik saya seperti itu. Karena pada dasarnya semua orang tua menginginkan anak nya untuk menjadi orang besar dan sukses di masa mendatang. 


Tidak ada seorang pun orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi anak yang bodoh dan pemalas. Penerapan sikap disiplin secara tegas yang dilakukan oleh orang tua terhadap saya.

Saya rasa tepat dan bermanfaat bagi saya saat ini. Saya menjadi mengerti betapa pentingnya menghormati yang lebih orang tua, menghargai waktu, menghargai sebuah uang yang dihasilkan melalui sebuah jerih payah.

Saya ingat betul semasa saya menempuh pendidika sekolah dasar, saya sering bangun kesiangan karena malam nya saya sering menghabiskan waktu bermain game tanpa sepengetahuan orang tua.


Dan bisa ditebak apa yang dilakukan oleh ayah saya saat itu ia mengambil sebuah gayung yang berisi air dan “menyipratkan” air tersebut ke muka saya hingga saya pun terbangun dan tersadar bahwa saya kesiangan dan terlambat berangkat ke sekolah. 

BACA JUGA: serunya posma fh unsika

Begitu pun ketika saya melakukan sebuah kesalahan maka orang tua saya tidak segan-segan memberikan saya hukum tegas. Semua yang dilakukan oleh kedua orang tua saya sesungguhnya adalah ungkapan rasa cinta orang tua kepada anaknya yang tidak menginginkan anaknya menjadi seorang yang pemalas dan bodoh.

Berbeda dengan anak “zaman old”, saat ini anak “zaman now” saya rasa memiliki penurunan tingkat sikap kedisiplinan dan sikap menghormati orang yang lebih tua. Jika anak pada zaman dahulu bila melakukan kesalahan di sekolah dan mendapatkan hukuman.


oleh sang guru maka anak tersebut akan mematuhi hukuman yang diberikan.
Tetapi anak masa kini jika melakukan kesalahan di sekolah dan mendapatkan hukuman dari sang guru maka anak tersebut akan menyerang balik guru atau mengadu kepada orang tuanya dan melaporkan gurunya ke polisi.

Menurut saya, ini merupakan sebuah degradasi mental anak bangsa kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi saat ini rasa-rasanya menjadi factor utama penurunan mental anak bangsa, mereka menjadi anak yang pemalas, tidak menghormati orang tua, dan jauh dari kata kedisiplinan.


Berikut saya sajikan beberapa contoh kasus seorang murid yang melaporkan gurunya sendiri hanya karena permasalahan sepele.

1. guru dilaporkan ke polisi hanya Karena mencubit murid saat ketahuan main hp. 


Dilansir dari daring berita online kompas.com Guru SMAN 3 wajo Sulawesi selatan bernama Malayanti dilaporkan ke polisi hanya karena dianggap telah mencubit muridnya pada 6 november 2017.


Peristiwa ini terjadi saat malayanti memberikan materi dalam kelas kewirausahaan ia melihat seorang murid memainkan handphone nya. 

Malayanti mengingatkan murid yang memainkan ponselnya dengan mencubit lengannya. Sang murid tidak terima dan melaporkannya ke polres wajo.

2. cubit murid berinisial KN guru SD di Jakarta dilaporkan ke polisi.

Seorang guru SD Antonius matraman Jakarta bernama Inho Loe dilaporkan oleh orang tua siswa ke polisi karena mencubit muridnya berinisial KN saat mengajar, kejadian tersebut berawal saat Inho mengajar lalu muridnya ribut.


Termasuk si murid berinisial KN itu si guru menegur agar KN menghadap ke depan namun tegurannya tidak didengarkan Inho kemudian menghampiri KN dan mencubit tangannya.

3. dihukum bersihkan toilet guru SD dilaporkan ke polisi.

Di Riau, kabupaten rokan hulu seorang guru dilaporkan ke polisi hanya Karena orang tua murid mendapatkan pengaduan dari anaknya dan tidak terima anaknya dihukum membersihkan toilet. 


Hukuman membersihkan toilet kepada murid berinisial DO diberikan sebagai tindakan disiplin dari sang guru karena si murid tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Ini sudah sangat memprihatinkan karena sesungguhnya seorang guru adalah orang kedua kita yang harus kita hormati layaknya orang tua kita di rumah, bukan malah melaporkan nya ke pihak yang berwajib hanya karena permasalahan terkait kedisiplinan.


Menurut hemat saya rasanya sangat diperlukan mengubah metode pendidikan kembali masa dahulu yang lebih tegas lagi kepada anak agar kelak anak menjadi generasi yang bermental baja dan memiliki sifat yang terpuji.

lihat hasil lomba menulis faktaanak.com DISINI

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

10 komentar

Annisa Marifah mengatakan...

Mendidik dengan tegas seperti pisau bermata dua bila keliru pemaknaanya. Nice artcle gan!!

Putra Septiana mengatakan...

Iya, sis. Sepertinya diperlukan peran aktif dari pihak pemerintah untuk mensosialisasikan cara mendidik anak yang baik serta benar agar tidak ada kekeliruan pemaknaan.
Terima kasih telah mengunjungi blog saya.

izthy Kiyen mengatakan...

Yang kasus guru nyubit anak pas main hp itu memang salah anaknya. Tapi yg soal hukuman bersihkan toilet itu saya sendiri juga nggak akan terima kalo adik saya digituin. Kayak ga ada hukuman lain aja. Kalo anak ga ngerjain tugas, ya kasi hukuman yg sesuai dengan kesalahannya, misalnya kasi tugas tambahan atau potong nilai kek, atau berdiri di luar kelas, ga boleh ikutin pelajaran. Toilet itu kan udah ada yg bertugas ngebersihin. Kesalahan yg bisa bikin anak murid dihukum bersihin toilet itu ya kalo dia eek atau pipis di sembarang tempat. Nah itu baru setuju deh.

Warning tuh buat murid2 cowok yg suka pipis di pohon sama tembok.

izthy Kiyen mengatakan...

Yang kasus guru nyubit anak pas main hp itu memang salah anaknya. Tapi yg soal hukuman bersihkan toilet itu saya sendiri juga nggak akan terima kalo adik saya digituin. Kayak ga ada hukuman lain aja. Kalo anak ga ngerjain tugas, ya kasi hukuman yg sesuai dengan kesalahannya, misalnya kasi tugas tambahan atau potong nilai kek, atau berdiri di luar kelas, ga boleh ikutin pelajaran. Toilet itu kan udah ada yg bertugas ngebersihin. Kesalahan yg bisa bikin anak murid dihukum bersihin toilet itu ya kalo dia eek atau pipis di sembarang tempat. Nah itu baru setuju deh.

Warning tuh buat murid2 cowok yg suka pipis di pohon sama tembok.

Putra Septiana mengatakan...

Terima kasih atas komentarnya sis 🙏

irvan gen mengatakan...

Mendidik anak dgn tegas sudah hal yg lumrah gan, yang tidak boleh itu mendidik dengan cara kekerasan..

Putra Septiana mengatakan...

Mungkin agan bisa menjelaskan apa beda nya tegas dengan keras?? Wkwkwk

Hendry Adriansyah mengatakan...

Penting banget mendidik anak dgn tegas biar si anak memilki nilai nilai moral yang harus ditumbuhkan mulai dari dini

Putra Septiana mengatakan...

Betul bgt gan..

Info Lomba mengatakan...

makasih yah atas infonya mam

Posting Komentar

putraseptiana.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti di atur dalam UU ITE

Toko Buku Online